REFLEKSI HARI TANPA TEMBAKAU SEDUNIA (Tren Cara Merokok Masa Kini)

Ilustrasi Perilaku Merokok pada Anak Sekolah

Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) diperingati setiap tanggal 31 Mei yang bertujuan untuk mengingatkan kembali para perokok akan bahaya merokok, mengingatkan kembali untuk “berpuasa” rokok selama 24 jam. Produk tembakau merupakan suatu produk yang secara keseluruhan atau sebagian bahan bakunya terbuat dari daun tembakau yang kemudian diolah, dibakar, dihisap, dan dihirup atau dikunyah (PP No.109 tahun 2012). Produk tembakau mengandung zat adiktif dan bahan karsionogenik lainnya yang sangat membahayakan bagi kesehatan masyarakat.

Secara global, merokok adalah salah satu faktor resiko penyebab kematian dan disabilitas pada masyarakat dan diproyeksikan akan membunuh 6 juta manusia setiap tahunnya. Tren kekinian generasi milenial saat ini adalah merokok dengan menggunakan rokok elektrik (vape). Rokok elektronik (e-cigaretes) adalah perangkat bertenaga baterai yang memberikan nikotin yang diuapkan, biasanya dalam propilen glikol atau gliserin. Berdasarkan studi di 7 negara terdiri dari rusia, german, UK, Poland, France, Italy and South Korea menunjukkan peningkatan hampir dua kali lipat dari tahun 2013 sampai 2015 sebesar 0,9% menjadi 1,7%.

Rokok elektrik menjadi semakin trending akan tetapi produk ini tidak memberikan informasi secara detail tentang kandungan dalam rokok elektrik kepada para konsumennya, sedangkan para produsen mengklaim bahwa rokok elektrik lebih aman dibandingkan dengan rokok konvensional atau tembakau. Rokok elektrik memang memiliki bahaya yang lebih rendah jika dibandingkan dengan rokok tembakau, akan tetapi rokok elektrik merupakan cara menghhisap rokok yang lebih berbahaya dibandingkan jenis inhaler nikotin lainnya dan belum ada publikasi yang menyatakan keamanan rokok elektrik. Bahkan WHO mempertanyakan keamanan dan efek dari rokok elektrik. Selain itu the Food and Drug Administration (FDA) merilis temuan bahwa nikotin dan diethylene glycol ditemukan pada beberapa rokok elektrik yang mengiklankan sebagai nicotin-free.

Upaya untuk mengontrol penggunaan rokok elektrik, beberapa negara telah membuat regulasi terkait rokok elektrik. Negara-negara tersebut diantaraya Australia, Brasil, Cina, Singapura, Thailand dan Uruguai telah sepenuhnya melarang penjualan dan pemasaran rokok elektrik. Saat ini FDA (US Food and Drug Administration) sedang menyusun standar produk rokok elektrik dan kebijakan tentang pembuatan, import, pengemasan, pelabelan, periklanan, pemasaran, penjualan dan pendistribusi rokok elektrik termasuk komponen dan bagian dari rokok elektrik. Di Indonesia, kebijakan terkait rokok elektrik yang telah ditetapkan adalah tentang peraturan impor rokok elektrik dan penetapan tarif cukai.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa status ekonomi dan pendidikan yang tinggi memiliki pengaruh dan berhubungan dengan jumlah pengguna rokok elektrik. Rokok elektrik mayoritas digunakan oleh laki-laki dibandingkan dengan perempuan. Selain itu, pertanyaan tentang manfaat rokok elektrik sebagai alat bantu berhenti merokok sebagian besar masih belum terjawab. Sekitar 37% dari pengguna rokok elektrik merupakan orang yang telah berhenti dari rokok konvensional. Penggunaan rokok elektrik dipengaruhi lebih besar oleh perokok aktif konvensional sebagai alternatif sebagai upaya untuk berhenti merokok (Verplaetse). Kesenjangan sosial ekonomi telah ditetapkan untuk menggunaan rokok konvensional, akan tetapi gambaran sosial ekonomi terhadap penggunaan rokok elektrik belum tergambarkan dengan baik. Maka dari itu diperlukan berbagai upaya dalam bentuk promosi kesehatan untuk menyampaikan dan mengedukasi masyarakat (khususnya para remaja) untuk tidak merokok dengan rokok elektrik, mengingat masih ada dampak-dampak negatif yang ditimbulkan.

Mahasiswa Prodi Kesmas FKM Univet Sukoharjo Raih 10 Besar Pemenang Lomba Video Challenges di Tingkat Nasional

Piagam Penghargaan dari IAKMI Pusat

Sukoharjo, 21 Mei 2020

Kabar membanggakan hari ini masuk dari sebuah inbox di IG, ya..sebuah sertifikat yang dikirimkan oleh Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) yang diberikan kepada mahasiswi Prodi Kesmas FKM Univet Sukoharjo atas nama Olyvia Siska Larasati. Sertifikat ini di berikan oleh Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) dalam rangka perlombaan pembuatan video “Public Health Challenges”.

Video tersebut menceritakan terjadinya stigma terhadap orang-orang yang setelah bepergian ke luar negeri atau luar kota. Orang-orang tersebut di cap sebagai pembawa virus dan harus dikucilkan. Pesan dalam video tersebut bahwa kita harus selalu berpikir berdasarkan ilmu dan jangan sampai mengucilkan orang-orang dari manapun dan siapa pun itu.

Mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat FKM Univet Bantara Sukoharjo Laksanakan Sosialisasi Pencegahan Covid-19, Penyemprotan Desinfektan dan Pembagian Sabun Cair di Desa Bacak Sukoharjo

Sabtu, 04 April 2020 mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat S-1 FKM Univet Bantara melaksanakan tiga macam kegiatan bhakti sosial kepada masyarakat. Kegiatan tersebut adalah pendidikan kesehatan tentang pencegahan covid-19, penyemprotan desinfektan dan pembagian sabun cair di Desa Bacak, Kemasan Kecamatan Polokarto dilaksanakan jam 07.30. Materi sosialisasi diisi dengan update data jumlah pasien positif corona di Indonesia dan wilayah Sukoharjo, dan memberikan pemhaman masyarakat tentang social distancing, physical distancing, cara pencegahan Covid-19 dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), 6 langkah cuci tangan pakai sabun, cara memakai masker yang benar, cara penularan dan bahaya nya virus corona serta cara menyikapi berita hoax di sosial media dengan tujuan agar masyarakat mengetahui cara pencegahan virus corona secara tepat.

Dengan adanya sosialisasi pencegahan Covid-19 ini diharapkan masyarakat mengetahui cara yang benar dan tepat untuk pencegahan Covid-19 serta dapat menularkan ilmu yang di dapat kepada keluarganya sehingga dapat membantu meminimalkan tertularnya masyarakat dengan virus corona. Sosialisasi dilakukan dengan cara mengumpulkan maksimal 5 Kepala Keluarga di setiap gang nya. Selain sosialisasi, Himpunan Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Univet Bantara Sukoharjo, Anggota Saka Bakti Husada Univet Bantara Sukoharjo serta pemuda desa Bacak juga melakukan penyemprotan desinfektan ke rumah-rumah warga dan pembagian sabun cair gratis.

Himpunan Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Univet Bantara Sukoharjo dan Anggota Saka Bakti Husada Univet Bantara Sukoharjo melakukan sosialisasi ini agar masyarakat desa Bacak tidak panik dan mampu melakukan pencegahan dengan cara yang benar dan tepat seperti selalu makan makanan bergizi seimbang, menjaga kebersihan lingkungan, minum air putih minimal 8 gelas/hari, rajin berolahraga, tidak merokok, makan makanan yang dimasak sempurna, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, menggunakan masker apabila sedang batuk/pilek atau bepergian keluar rumah, jika mengalami demam dan sesak nafas segera ke faskes terdekat.

Himpunan Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Univet Bantara Sukoharjo dan Anggota Saka Bakti Husada Univet Bantara Sukoharjo mengharpkan kegiatan ini dapat memberikan pengertian dan pemahaman kepada seluruh masyarakat desa Bacak agar lebih mengerti dan memahami bagaimana penularan dan bahaya nya virus corona, lebih waspada cegah sedini mungkin di mulai dari diri sendiri mencontoh perilaku hidup sehat dan implementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat FKM Univet Bantara Sukoharjo Laksanakan Edukasi Covid-19 Kepada Masyarakat di Desa Jombor Sukoharjo

Selasa, 25 Maret 2020 dilakukan sosialisasi di Desa Jombor RT 1 RW 7 Kecamatan Bendosari dilaksanakan jam 07.30. Materi sosialisasi diisi dengan update data jumlah pasien positif corona di Indonesia dan wilayah Sukoharjo, social distancing, physical distancing, cara pencegahan Covid-19 dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), 6 langkah cuci tangan pakai sabun, cara memakai masker yang benar, cara penularan dan bahaya nya virus corona serta cara menyikapi berita hoax di sosial media dengan tujuan agar masyarakat mengetahui cara pencegahan virus corona secara tepat.

Dengan adanya sosialisasi pencegahan covid-19 ini diharapkan masyarakat mengetahui cara yang benar dan tepat untuk pencegahan covid-19 serta dapat menularkan ilmu yang di dapat kepada keluarganya sehingga dapat membantu meminimalkan tertularnya masyarakat dengan virus corona. Sosialisasi dilakukan dengan cara mengumpulkan maksimal 5 Kepala Keluarga di setiap gang nya. Selain sosialisasi, Himpunan Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Univet Bantara Sukoharjo, Anggota Saka Bakti Husada Univet Bantara Sukoharjo serta pemuda desa Jombor juga melakukan penyemprotan desinfektan ke rumah-rumah warga dan pembagian sabun cair gratis.

Himpunan Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Univet Bantara Sukoharjo dan Anggota Saka Bakti Husada Univet Bantara Sukoharjo melakukan sosialisasi ini agar masyarakat desa Jombor tidak panik dan mampu melakukan pencegahan dengan cara yang benar dan tepat seperti selalu makan makanan bergizi seimbang, menjaga kebersihan lingkungan, minum air putih minimal 8 gelas/hari, rajin berolahraga, tidak merokok, makan makanan yang dimasak sempurna, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, menggunakan masker apabila sedang batuk/pilek atau bepergian keluar rumah, jika mengalami demam dan sesak nafas segera ke faskes terdekat.

Himpunan Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Univet Bantara Sukoharjo dan Anggota Saka Bakti Husada Univet Bantara Sukoharjo mengharpkan kegiatan ini dapat memberikan pengertian dan pemahaman kepada seluruh masyarakat desa Jombor agar lebih mengerti dan memahami bagaimana penularan dan bahaya nya virus corona, lebih waspada cegah sedini mungkin di mulai dari diri sendiri mencontoh perilaku hidup sehat dan implementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Prodi Kesmas FKM Univet Gelar Seminar Nasional Kesehatan Mental

Sabtu, 8 Febuari 2020

Kesehatan merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi manusia. Menurut UU No. 36 tahun 2009 menyatakan bahwa seseorang dikatakan sehat tidak hanya berdasarkan fisik saja, akan tetapi harus meliputi juga sehat secara sosial, mental, dan spiritual. Salah satu dari aspek definisi sehat tersebut adalah kesehatan mental.

Terciptanya kesehatan mental merupakan tantangan sendiri dalam era industri 4.0 dan society 5.0. Banyak tantangan dan permasalahan yang dihadapi untuk menciptakan kesehatan mental. Maka dari itu Prodi Kesmas FKM Univet Bantara menyelenggarakan kegiatan Seminar Nasional dengan tema Kesehatan Mental di era industri 4.0.

Kegiatan seminar ini menghadirkan tiga narasumber untuk memaparkan permasalahan dan solusi dalam menciptakan kesehatan mental. Ketiga narasumber tersebut adalah :

  1. Dr.dr Fidiansyah, Sp.KJ selaku Direktorat Bina Kesehatan Jiwa Kemkes RI menyampaikan materi mengenai “Why you Should care about Mental Health at Workplace”
  2. Miratun Hasanah, S.Psi.Psi selaku Psikolog menyampaikan materi mengenai “Build Public Health Mental in 4.0: Membentuk Kesehatan Mental Masyarakat di Era Industri
  3. Farid Setyo Nugroho, SKM., M.Kes selaku akademisi menyampaikan materi mengenai “Keeping Your Emotional Health”

Berdasarkan materi dari ketiga narasumber dapat disimpulkan bahwa kesehatan mental penting, banyak faktor yang menyebabkan masyarakat tidak mampu sehat secara mental, maka dari itu diperlukan beberapa upaya berupa konseling kepada psikiater, kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, maupun dengan cara pengobatan.

Mahasiswa Prodi Kesmas Laksanakan KKL ke Bali

Sukoharjo, 27 Januari 2020

Mahasiswa Program Studi S-1 Kesehatan Masyarakat FKM Univet Bantara Sukoharjo melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) selama 5 hari ke Pulau Dewata (Bali). Kegiatan ini merupakan kegiatan yang wajib dilaksanakan oleh mahasiswa semester 5 Program Studi S-1 Kesehatan Masyarakat FKM Univet Bantara Sukoharjo.

Kegiatan KKL ini berlangsung selama 5 hari yang dimulai pada hari senin 27 Januari sampai dengan hari jumat 31 Januari 2020. Adapun lokasi yang dijadikan KKL adalah Perusahaan Teh Botol Sosro. Kegiatan ini diikuti oleh 77 mahasiswa dengan didampingi oleh Dosen Pembimbing yaitu Bapak Farid Setyo Nugroho, SKM., M.Kes. Mahasiswa peserta KKL terdiri atas peminatan Kesehatan Lingkungan, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Ibu Titik Haryanti, SKM., MPH selaku Dekan FKM Univet Bantara Sukoharjo dalam sambutannya menyampaikan agar mahasiswa dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, mendapatkan wawasan dan pengetahuan dengan kegiatan KKL ini. Ibu Kaprodi S-1 Kesehatan Masyarakat juga berpsesan agar selama KKL mahasiswa dapat professional dan memanfaatkan kegiatan dengan sebaik-baiknya.

Prodi Kesmas FKM UNIVET Gelar Kuliah Pakar

Jumat, 13 Desember 2019 bertempaat di Lantai 3 Ruang 6 Gedung G FKM UNIVET SKH Prodi Kesehatan Masyarakat menggelar kuliah pakar. Kuliah pakar kali ini disampaikan oleh alumni prodi kesmas yang telah sukses, yaitu Bapak Teguh Prayitno, SKM, MM. Beliau seorang professional di Bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Keahlian beliau diantaranya sebagai Internal Auditor SMKP, Expert OHS Manpower Department & BNSP, Lead Auditor OHSAS SAI Global, Certified BNSP : Train of Tariner.

Materi kuliah pakar kali ini mengambil judul “Sistem Manajemen K3 dan Pengelolaan Lingkungan Industri”. Kegiatan ini wajib dihadiri oleh mahasiswa semester V. Dalam paparan beliau menyampaikan bahwa seorang SKM memiliki peluang yang sangat besar untuk bekerja dalam bidang K3. Hal ini karena K3 wajib diimplementasikan di proyek-proyek, perusahaan, dan bahkan perkantoran. Tidak hanya itu, beliau juga menyampaikan bahwa seorang SKM itu memiliki kompetensi yang luas, sehingga mampu diterima disemua kalangan.

Beliau juga berpesan bahwa seorang mahasiswa kesmas harus selalu kreatif dan inovatif, karena dua hal ini yang menjadi nilai plus ketika memasuki dunia kerja, seorang SKM harus selalu optimis menyongsong tantangan kedepan.